KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke
hadirat Allah swt, karena atas ridonya
saya bisa menyelesaikan makalah ini yang berjudul “PENGARUH PENGARUH TV TERHADAP
KURANGNYA BELAJAR SISWA DIKAMPUNG CIMELED”,
Makalah ini tidak mungkin selesai tanpa bantuan dan
dukungan pihak lain. Untuk itu pada kesempatan ini, izinkan penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada:
1. Kepada Allah,
karna tanpa izin-Nya makalah ini tidak akan terselesaikan.
2. Kepada orang tua
penulis, yang dengan susah payah memberikan dukungan moral dan materi kepada
penulis.
3. Kepada guru bidang study yang telah
membimbing saya.
4. Teman- teman dan pihak lain yang turut membantu baik
secara moral maupun secara material.
Penulis juga
menyadari bahwa makalah
ini belum sempurna. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Penulis juga berharap karya ini
bermanfaat bagi masyarakat dan
pembaca khususnya.
Tanjungjaya , februari 2012
Penulis
DAFTAR ISI
1.
Kata Pengantar………………………………………………………… 1
2.
Daftar Isi………………………………………………………………… 2
3.
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………….
1.1. Latar
Belakang……………………………………………………. 3
1.2. Rumusan
Masalah………………………………………………… 4
1.3. Tujuan
Penelitian…………………………………………………. 4
1.4. Manfaat
Penelitian………………………………………………… 4
4.
BAB II HIPOTESIS…………………………………………………… 5
5.
BAB III
PEMBAHASAN……………………………………………..
5.1.Pengertian
Orang Tua……………………………………………. 6
5.2.Peranan
Orang Tua………………………………………………. 7
5.3.Orang Yang
Pertamakali Menemukan Pramuka………………. 7
5.4.Dampak Televise
Terhadap Anak………………………………. 8
5.5.Peranan
Orang Tua Dalam Mengatasi Dampak Negativ Acara
Televisi……………………………………………………………... 10
5.
BAB IV KESIMPULAN DAN
SARAN………………………………
5.1. Kesimpulan………………………..………………………………. 12
5.2. Saran …………………………..………………………………….. 12
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………… 13
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada
jaman sekarang ini Televisi merupakan media massa elektronik yang mampu
meyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam
jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara
yang ditayangkannya telah mampu menarik minat pemirsanya, dan membuat
pemirsannya ‘ketagihan’ untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan.
bahkan bagi anak-anak sekalipun sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari aktivitas kesehariannya, bahkan acara “nonton tv” sudah menjadi agenda
wajib bagi mereka.
Tidak
jarang sekarang ini banyak anak-anak lebih suka berlama-lama didepan televisi
dari pada belajar, bahkan hampir-hampir lupa akan waktu makannya. Ini merupakan
suatu problematika yang terjadi dilingkungan kita sekarang ini, dan perlu
perhatian khusus bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas
anaknya.
Tidak
dipungkiri, dengan adanya media massa televisi ini, banyak sekali manfaat yang
bisa kita ambil. Dimana kita akan dengan cepat memperoleh informasi-informasi
terbaru yang terjadi dimana pun dan belahan dunia manapun. Dengan adanya
televisi akan mempermudah suatu perusahaan atau badan usaha untuk mempromosikan
produk-produknya, sehingga konsumen mengetahui dan dapat dengan mudah mencari
produk tersebut, serta masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang dapat kita
peroleh dengan adanya media televisi.
Jika kita
kaji lebih jauh sebenarnya media massa televisi mempunyai fungsi utama yang
selalu harus diperhatikan yaitu fungsi informatif, edukatif, rekreatif dan
sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang
lama maupun yang baru. Namun jika kita lihat kenyataannya sekarang ini, acara-acara
televisi lebih kepada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi
edukatif(pendidikan)yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk
disampaikan, sangat sedikit sekali.
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini rumusan masalah yang dapat digunakan adalah :
1. Bagaimana peranan orang tua dalam mengatasi dampak televisi terhadap
anak?
2. Siapakah
yang pertamakali menemukan televisi?
3. Apa dampak negatif acara televisi terhadap anak?
4. hal apa yang bisa dilakukan orang tua dalam mengatasi dampak negatif dari
televisi?
C. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan:
D. Manfaat
Makalah ini ditujukan kepada setiap orang tua agar lebih berhati-hati
terhadap acara-acara yang disiarkan ditelevisi dan bisa mengantisipasi
dampak-dampak yang bisa ditimbulkan dari acara-acara televisi, serta orang tua
lebih selektif dalam memilih acara-acara televisi, yang mana cocok untuk
perkembangan anaknya dan acara yang mana tidak cocok untuk perkembangan
anaknya. Sehingga fungsi televisi sebagai sarana informatif, edukatif,
rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau
pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru, dapat berjalan sebagaimana
mestinya.
BAB II
HIPOTESIS
Televisi merupakan media massa elektronik yang sangat digemari hampir semua
kalangan masyarakat Kp. Cimeled aktivitasnya adalah menonton tv. disegala jenjang usia, baik oleh anak-anak remaja maupun orang dewasa
sekalipun. Menonton acara televisi sebenarnya sangat baik bagi anak-anak,
remaja dan orang dewasa, dengan catatan apabila menonton televisi tersebut
tidak berlebihan, acara yang ditonton sesuai dengan usia, dan bagi anak-anak
adanya kontrol/pengawasan dari orang tua. Namun setelah saya terjun kelapangan
dalam kenyataannya sangat berlawanan, banyak dari anak-anak menonton acara yang
seharusnya belum pantas untuk ia saksikan serta kebiasaan menonton televisi
telah menjadi kebiasaan yang berlebihan tanpa diikuti dengan sikap yang
kreatif, bahkan bisa menyebabkan anak bersikap pasif. Itulah kelemahan
dikampung Cimeled
Bagi anak-anak, kebiasaan menonton televisi bisa mengakibatkan
menurunnya minat baca anak-anak terhadap buku, serta masih banyak lagi dampak
negatif lainnya jika dibandingkan dampak positifnya yang hanya sedikit sekali.
apabila anak-anak yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini serta yang
akan memajukan bangsa ini, sejak kecil telah terbiasa dengan hal yang tidak
bermanfaat, maka negara ini yang sudah tertinggal dan terpuruk ini akan semakin
terpuruk dan tertinggal dan akhirnya akan menjadi negara yang akan di lecehkan
oleh negara lain. Inilah fakta yang bukan hanya untuk kita perhatikan tetapi
perlu dilakukan tindakan nyata untuk mengantisipasinya. Yang pastinya
diperlukan satu-kesatuan tekat dalam setiap diri orang tua dan anggota
masyarakat untuk bisa mengatisipasi dampak yang akan terjadi serta bisa menjadi
kontrol bagi pihak penyiar televisi terhadap acara-acara yang ditayangkan oleh
setiap stasiun televisi.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian orang tua
Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan
merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk
sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan
membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak
untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan pengertian orang tua di
atas, tidak terlepas dari pengertian keluarga, karena orang tua merupakan
bagian keluarga besar yang sebagian besa telah tergantikan oleh keluarga inti
yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Dengan demikian pengertian keluarga
sendiri adalah:
1. Vembriarto
(1993: 33) mengatakan bahwa keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri atas
dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan atau adopsi.
2. Pujo Suwarno
(1994: 11), keluarga adalah suatu ikatan persekutuan hidup atas dasar
perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis, seorang laki-laki dan
seorang perempuan yang tidak sendirian atau dengan anak-anak baik anaknya
sendiri atau adopsi dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.
3. Tirtaraharja
(1995: 50) keluarga diartikan sebagai kelompok primer yang terdiri atas
sejumlah orang, karena hubungan semenda dan sedarah. Keluarga itu dapat
berbentuk keluarga inti (nuclear family) yang terdiri ayah, ibu dan anak-anak.
Dari beberapa pedapat di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah
suatu persekutuan hidup yang diikat oleh perkawinan, hubungan darah atau
adopsi. Didalamnya terdapat ayah, ibu dan beberapa anak (keluarga inti) serta
kakek-nenek atau yang lain (keluarga diperbesar).
B. Peranan Orang Tua
Menurut Gunarsa ( 1995 : 31 – 38) dalam keluarga yang ideal (lengkap)
maka ada dua individu yang memainkan peranan penting yaitu peran ayah dan peran
ibu, secara umum peran kedua individu tersebut adalah :
1) memenuhi kebutuhan biologis dan fisik
2) merawat dan mengurus keluarga dengan sabar, mesra dan konsisten
3) mendidik, mengatur dan mengendalikan anak
4) menjadi contoh dan teladan bagi anak
1) ayah sebagai
pencari nafkah
2) ayah sebagai
suami yang penuh pengertian dan memberi rasa aman
3)
ayah berpartisipasi dalam pendidikan anak
4)
ayah sebagai pelindung atau tokoh yang tegas, bijaksana, mengasihi
keluarga.
Dari penjabaran mengenai peranan orang tua diatas, dapat disimpulkan
betapa besarnya peranan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya, mendidik,
mengendalikan anaknya serta menjadi teladan bagi anaknya. Orang tua memiliki
tanggung jawab penuh terhadap perkembangan anaknya dan segala aktivitas anaknya
serta harus bisa membimbing, mengawasi dan mengarahkan untuk melakukan kebaikan
sesuai dengan kepercayaan (agama) yang dianutnya dan norma yang berlaku
dimasyarakat.
C. Orang
Yang Pertamakali Menemukan Televisi
John Logie Baird, berhasil
mengubah cahaya menjadi sebuah gambar pada televisi.
Hai, Gaby yang cerdas. Ternyata, ahli listrik dan
perintis ditemukannnya televisi adalah John Lagie Baird . Ia berasal
dari Skotlandia, Ia juga orang pertama yang berhasil menyiarkan gambar televisi
dengan menggunakan gelombang radio.
Tahun 1926, Baird memamerkan sistem yang
dinamainya Televisor Baird . Teknologi yang digunakan saat itu adalah
cakram putar Nipkow yang memiliki spiral lensa dan berfungsi untuk memilah
gambar menjadi garis-garis horizontal. Setiap lensa akan memfokuskan satu garis
horizontal (dari gambar) ke atas sel fotolistrik.
Sel fotolistrik menghasilkan arus listrik yang
berubah-ubah sesuai dengan jumlah cahaya yang masuk. Proses yang disebut
pemayaran (scanning ) mekanik ini mengubah tampilan gambar menjadi
deretan sinyal yang dapat disiarkan sebagai gelombang radio.
D. Dampak Televisi Terhadap Anak
Televisi merupakan media massa elektronik yang sangat digemari hampir
disegala jenjang usia, baik oleh anak-anak remaja maupun orang dewasa
sekalipun. Menonton acara televisi sebenarnya sangat baik bagi anak-anak,
remaja dan orang dewasa, dengan catatan apabila menonton televisi tersebut
tidak berlebihan, acara yang ditonton sesuai dengan usia, dan bagi anak-anak adanya
kontrol/pengawasan dari orang tua. Namun kenyataan yang terjadi, banyak dari
anak-anak menonton acara yang seharusnya belum pantas untuk ia saksikan serta
kebiasaan menonton televisi telah menjadi kebiasaan yang berlebihan tanpa
diikuti dengan sikap yang kreatif, bahkan bisa menyebabkan anak bersikap pasif.
Bagi anak-anak, kebiasaan menonton televisi bisa mengakibatkan
menurunnya minat baca anak-anak terhadap buku, serta masih banyak lagi dampak
negatif lainnya jika dibandingkan dampak positifnya yang hanya sedikit sekali.
Dibawah ini dicantumkan data mengenai fakta tentang pertelevisian Indonesia :
1. tahun 2002 jam tonton televisi anak-anak 30-35 jam/hari atau 1.560 –
1.820 jam/tahun, sedangkan jam belajar SD umumnya kurang dari 1.000jam/tahun.
2. 85% acara televisi tidak aman untuk anak, karena banyak mengandung
adegan kekerasan, seks dan mistis yang berlebihan dan terbuka.
3. saat ini ada 800 judul acara anak, dengan 300 kali tayang selama
170jam/minggu padahal satu minggu hanya ada 24 jam X 7 hari = 168 jam.
4. 40 % waktu tayang diisi iklan yang jumlahnya 1.200 iklan/minggu, jauh
diatas rata-rata dunia 561 iklan/minggu.
Berdasarkan perjabaran dan fakta yang ada , bisa dibayangkan apabila
anak-anak yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini serta yang akan memajukan
bangsa ini, sejak kecil telah terbiasa dengan hal yang tidak bermanfaat, maka
negara ini yang sudah tertinggal dan terpuruk ini akan semakin terpuruk dan
tertinggal dan akhirnya akan menjadi negara yang akan di lecehkan oleh negara
lain. Inilah fakta yang bukan hanya untuk kita perhatikan tetapi perlu
dilakukan tindakan nyata untuk mengantisipasinya. Yang pastinya diperlukan
satu-kesatuan tekat dalam setiap diri orang tua dan anggota masyarakat untuk
bisa mengatisipasi dampak yang akan terjadi serta bisa menjadi kontrol bagi
pihak penyiar televisi terhadap acara-acara yang ditayangkan oleh setiap
stasiun televisi.
Jika kita kaji lebih jauh, dampak negatif dari menonton televisi
berlebihan yaitu:
a. Anak 0–4 tahun, menggangu pertumbuhan otak, menghambat pertumbuhan
berbicara, kemampuan herbal membaca maupun maupun memahaminya, menghambat anak
dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan.
b. Anak 5-10 tahun, meningkatkan agresivitas dan tindak kekerasan, tidak
mampu membedakan antara realitas dan khayalan
c. Mengurangi kreatifitas, kurang bermain dan bersosialisasi, menjadi
manusia individualis dan semdiri
d. Televisi menjadi pelarian dari setiap keborosan yang dialami, seolah
tidak ada pilihan lain
e. Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan) karena kurang
berkreativitas dan berolahraga
f. Matang secara seksual lebih cepat asupan gizi yang bagus adegan seks
yang sering dilihat menjadikan anak lebih cepat matang secara seksual, ditamah
rasa ingin tahu pada anak dan keinginan untuk mencoba adegan di TV semakin
menjerumuskan anak.
Mungkin kita beranggapan dampak televisi tidaklah begitu teralu besar
bagi anak-anak, malahan orang tua hanya melarang anak-anaknya untuk tidak
menonton film yang berbau pornoaksi, dan membiarkan mereka menonton film yang
biasa-biasa saja atau memang film anak-anak, namun sebenarnya film anak-anak
yang di tonton oleh anak-anak pun tidak menutup kemungkinan bisa berdampak
negatif bagi anak itu sendiri. Sekarang seteleh mengetahui begitu besar dampak
televisi bagi anak sudah sepatutunya setiap orang tua membatasi waktu menonton
dan mengawasi serta menseleksi acara-acara apa saja yang pantas dan tidak
pantas untuk di tonton oleh anak-anak.
E. Peranan Orang Tua Dalam
Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
Setiap orang tua memiliki tanggungjawab untuk selalu mengawasi anaknya
dan memperhatikan perkembangannya, oleh sebab itu hal-hal yang sekecil apapun harus bisa diantisipasi oleh
setiap orang tua mengenai dampak positif atau negatif yang akan ditimbulkan
oleh hal yang bersangkutan. Begitu juga mengenai hal televisi ini, yang sudah
nyata dampak negatifnya, sudah sepatutnya setiap orang tua mempersiapkan
senjata untuk mengantisipasinya.
Dari begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh tontonan televisi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan
oleh setiap orang tua, yaitu:
1. Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan
usianya, walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak, perhatikan dan analisa
apakah sesuai dengan anak-anak (tidak ada unsur kekerasan, atau hal lainnya
yang tidak sesuai dengan usia mereka).
2. Dampingi anak memonton TV
Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu
terkontrol dan orangtua bisa memperhatikan apakah acara tersebut masih layak
atau tidak untuk di tonton.
3. Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
Dengan meyimpan TV diruang tengah, akan mempermudah orang tua dalam
mengontrol tontonan anak-anaknya, serta bisa mengantisipasi hal yang tidak
orang tua inginkan, karena kecendrungan rasa ingin tahu anak-anak sangat
tinggi.
4.
Tanyakan acara favorit mereka dan buntu memahami pantas tidaknya acara
tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter
dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif
5.
Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan,
bersosialisasi secara positif dengan orang lain.
6.
Perbanyak membaca buku, letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau
anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan
7.
Perbanyak mendengarkan radio, memutar kaset atau mendengarkan musik
sebagai mengganti menonton TV
Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena dengan mendenganrkan
radio, anak akan terlatih kemampuan mendengarnya, jika kita bandingkan denga
menonton televisi hanya merangsang anak untuk mengikuti alur cerita tampa
menganalisis lebih lanjut dari apa yang dialihat dan dengar. Begitu juga dengan
mendengarkan musik lebih baik dilakukan bila dibandingkan dengan menonton
televisi karena bisa melatih perkembangan imajinasi anak.
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat ditarik beberpa kesimpulan diataranya:
v Disaping memberikan dampak positif, televisi juga dapat memberikan dampak negatif bagi
pemirsannya khususnya anak-anak. Bahkan apabila dikaji lebih jauh, dampak
negatifnya jauh lebih besar dibandingan dampak positifnya.
v Orang tua memiliki
tanggungjawab untuk mengawasi, mendampingi dan menseleksi acara-acara televisi
yang menjadi tontonan anaknya.
v Dampak
negatif nonton televisi yang berlebihan yaitu:
Ø anak 0–4 tahun menggangu
pertumbuhan otak, menghambat pertumbuhan berbicara, kemampuan herbal membaca
maupun maupun memahaminya, menghambat anak dalam mengekspresikan pikiran
melalui tulisan.
Ø Anak 5-10 tahun, meningkatkan
agresivitas dan tindak kekerasan
Ø Berprilaku konsumtif karena
rayuan iklan
Ø Mengurangi kreatifitas, kurang
bermain dan bersosialisasi, menjadi manusia individualis dan sendiri
Ø Televisi menjadi pelarian dari
setiap keborosan yang dialami
Ø Meningkatkan kemungkinan
obesitas.
Ø Merenggangkan hubungan antar
anggota keluarga.
Ø Lebih cepat Matang secara
seksual
v Apa yang bisa dilakukan
orangtua:
Ø Pilih acara yang sesuai dengan
usia anak
Ø Dampingi anak memonton TV
Ø Letakan TV di ruang tengah,
hindari menyediakan TV dikamar anak.
Ø Tanyakan acara favorit untuk
didiskusikan
Ø Ajak anak keluar rumah untuk
menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain.
Ø Perbanyak membaca buku, ajak
anak ke toko dan perpustakaan
Ø Perbanyak mendengarkan radio,
sebagai mengganti menonton TV
1. Saran
Adapun saran yang bisa ditawarkan dari penjabaran diatas yaitu:
Ø Setiap Orangtua harus bisa mengontrol tontonan anaknya. Disamping itu
orang tua juga harus bisa menjadi kontrol bagi pihak penyiar televisi untuk
memberikan saran ataupun kritikan bahkan menentang acara televisi yang bisa
berdampak negatif bagi pemirsannya.
Ø Bagi Pemerintah harus melakukan penyaringan terhadap setiap acara
televisi, serta harus adanya standarisasi film yang layak untuk di
tayangkan atau tidak layak.
Ø
Bagi pihak
penyiar televisi, seharusnya tidak hanya mementingkan keuntungan tetapi harus
mempertimbngkan dampaka dari acra tersebut. Pihak penyiar juga harus mengatur
acara televisi agar fungsi dari televisi sebagai sarana informatif, edukatif,
rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau
pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru, dapat berjalan sebagaimana
fungsinya.
DAFTAR
PUSTAKA
4. http://www.damandiri.or.id/file/muazarhabibiupibab1.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar